LT

Kamis, 26 Maret 2015

Jadi pingin berkunjung lagi ke Pantai Cahaya, Sendang Sikucing, saya.....

Salam pemirsa....

Didaerah kota kecil Weleri ada obyek wisata yang suasananya mirip wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Ya, ini dia tempat wisata "  The Sea Pantai Cahaya", Sendang Sikucing, Rowosari, Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Suasana wisata pantai dengan saung-saung untuk menyaksikan tenggelamnya matahari saat senja banyak diminati wisatawan. Pengelola juga menawarkan kolam renang, kolam apung, dan terapi lumba-lumba bagi para pengunjung.

Dulu waktu saya kecil, pantai sikucing masih sederhana biasanya setiap hari libur banyak pengunjung yang datang pagi sebelum subuh (jadi sholat subuh disana). Saya bersama orang tua suka main air laut yang masih bersih airnya. Terakhir saya berkunjung ke pantai cahaya bersama keluarga pas tahun baru 2013. Wow... ternyata The sea Pantai Cahaya, sendang Sikucing termasuk obyek wisata yang indah di Jateng. Obyek wisata Pantai Cahaya sangat dikenal wisatawan. Apalagi dengan adanya terapi lumba-lumba, tentu menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk mengunjungi nya.

Pantai Cahaya adalah obyek wisata andalan Pemerintah Kabupaten Kendal. Obyek wisata ini tak sepenuhnya dikelola oleh pemkab, tetapi dikelola oleh PT Wersut Seguni Indonesia (WSI). PT WSI menjadi lembaga konservasi mamalia pertama di Indonesia, khususnya lumba-lumba, sejak 1999. Lembaga ini awalnya bergerak dalam bidang penangkaran lumba-lumba. Seiring dengan waktu, penangkaran itu akhirnya dibuka untuk umum, menjadikan perpaduan antara keindahan pantai alami dan binatang supaya masyarakat turut menikmatinya (info ini saya sedikit banyak saya baca juga dari internet)

Umumnya wisata pantai selama ini hanya mengandalkan pemandangan alam semata, ternyata di Pantai Cahaya pengunjung bisa bermain air laut, berjalan-jalan di pasir pantai, sekaligus menyaksikan pentas lumba-lumba (mirip di Ancol).

Pengunjung banyak yang suka melihat terbenamnya matahari dari gazebo yang tersedia di balkon penginapan di Pantai Cahaya. Menikmati matahari tenggelam sambil duduk di kursi malas yang dinaungi payung pantai.

Pantai ini terletak di Rowosari, yang bisa ditempuh dari Kota Semarang lebih kurang satu jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi (jika tidak macet) Lokasi obyek wisata ini mudah dijangkau karena berada di jalur pantura. Pengunjung dapat menuju ke Pantai Cahaya melalui dua pintu, yakni bisa lewat jalan di ujung jalan lingkar Weleri, Kendal, atau dari pintu gerbang setelah masuk kota Weleri.

Obyek wisata ini dikembangkan dengan konsep terpadu antara hiburan, kenikmatan bermain di pantai, serta belajar dan mengenal lebih jauh kecerdasan binatang yang bernama lumba-lumba.

Obyek wisata ini terbagi menjadi dua sisi begitu pengunjung masuk ke kawasan wisata Pantai Cahaya. Di sebelah timur tersedia Water King, wahana permainan air dengan kolam renang yang terdiri atas tiga jenis. Untuk masuk ke Water King dipungut tiket Rp 25.000 per orang.

Di kolam renang anak dilengkapi arena seluncuran, juga ember tumpah yang digemari anak-anak. Kolam anak rata-rata sedalam 60 cm. Bagi pengunjung dewasa tersedia kolam tanding dengan enam trek. Uniknya, kolam renangnya terletak tepat di tepi pantai sehingga sambil berenang bisa menikmati pemandangan deburan ombak di laut.

Kini tersedia pula kolam apung untuk relaksasi pengunjung. Memang benar, berenang di kolam apung sangat asyik. Kolam ini rasanya mirip Laut Mati di Timur Tengah. Tubuh seseorang begitu masuk kolam langsung mengapung (mengambang) dan tidak tenggelam meski dalam posisi diam.

Mereka yang mencoba relaksasi di kolam apung tidak perlu khawatir tubuhnya menghitam akibat terbakar sinar matahari. Kolam ini juga dilengkapi tenda Khadafi yang membuat lingkungan sejuk. Hanya saja, pengunjung ke kolam apung ini dibatasi hanya kurang dari delapan orang untuk sekali berenang. Oleh karena itu, pengunjung harus bergiliran.

Di bagian barat terdapat saung-saung yang disediakan bagi pengunjung yang akan menikmati aktivitas di pantai seharian. Biaya sewa saung ini hanya Rp 50.000 per saung. Dalam saung terdapat pula loker yang bisa dipakai menyimpan barang sewaktu wisatawan berjalan-jalan di pantai. Saung menjadi tempat favorit muda-mudi menikmati pemandangan redupnya sinar matahari.

Di sisi ini juga terdapat panggung arena pertunjukan lumba-lumba. Tiket masuknya Rp 25.000 per orang. Pentas lumba-lumba berlangsung empat kali mulai pukul 09.00 hingga pukul 15.00. Durasi pertunjukan hanya satu jam di arena yang mampu menampung sekitar 800 pengunjung.

Anak-anak paling suka menyaksikan atraksi lumba-lumba. Ada empat lumba-lumba hasil penangkaran yang pandai melakukan beragam atraksi, seperti bermain bola basket, berhitung, ataupun berinteraksi dengan pengunjung (jadi ingat di Ancol, Jakarta). Salah satu keunggulan lumba-lumba ini tiada lain tersedianya wahana terapi lumba-lumba yang akhir-akhir ini diminati banyak pengunjung. Mereka yang tertarik terapi terutama pengunjung yang mengidap penyakit tertentu, seperti stroke, alergi, atau terapi bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Tak jarang pengunjung terapi khusus juga menginap di Pantai Cahaya. Tersedia penginapan yang terdiri atas kamar-kamar yang jendelanya menghadap ke laut.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, wisata Pantai Cahaya memang salah satu andalan obyek wisata unggulan di pantura. Pemkab Kendal juga mengembangkan Pantai Sendang Sikucing yang berlokasi tidak jauh dari Pantai Cahaya. Jadi, ingin kesana lagi.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar