LT

Sabtu, 18 Juni 2016

Uniknya pembagian raport siswa siswi di SMKN 1 Kendal

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, kegiatan anak-anak sekolah juga gak kalah serunya karena kebetulan kali ini mereka juga telah selesai Ujian baik Ujian Nasional maupun Ujian Kenaikan Kelas. Nah tadi pagi ditempat sekolah saya dulu yaitu di SMKN 1 Kendal sedang ada acara pengambilan raport hasil belajar Tahun Ajaran 2015/2016. Info ini saya ambil dari grup yang di share oleh bapak Roy. Terimakasih....







Acaranya unik karena disela-sela acara pembagian raport siswa PT. HONDA PRIMA menggelar HONDA GOES TO SCHOOL dgn berbagai acara : SAVETY RIDING, GAMES, STAND UP COMEDY SAMPAI dgn servis murah. Tak lupa seperti pagelaran yg lain disediakan berbagai macam hadiah. Selamat yg sudah beruntung dan selamat pula pada guru dan siswa mendapat praktek langsung bagaimana menciptakan pasar.

Senang sekali sebagai alumni angkatan tahun 2001 saya bisa mengikuti setiap informasi tentang perkembangan prestasi sekolah SMKN 1 Kendal. Semoga kedepannya akan semakin berkembang dan berkualitas. Terimakasih kami ucapkan kepada bapak, ibu guru berkat didikannya kami berusaha jadi generasi penerus Bangsa yang membanggakan. Terimakasih juga untuk para staff yang sudah membantu sekolah ini. Semangat ya.... adek-adek kelasku, semoga kalian akan berjaya dimasa mendatang.www.lestarimk.com

Rabu, 15 Juni 2016

Macam-macam Henna Dan efek samping bekas pakainya

Menanggapi berita seputar henna yang cukup meresahkan pengguna maupun pelukis henna. Jangan kuatir karena berikut ini ada penjelasan tentang macam-macam Henna.

Foto, ambil dari FB teman

Henna itu ada beberapa macam, antara lain:
1. Henna natural yang diracik sendiri, berasal dari bubuk henna yang ditambah bahan alami/rempah lain, warna akan keluar maksimal dalam 48 jam, bertahan di kulit selama 7-10 hari atau lebih tergantung jenis kulit dan perawatan.

2. Henna fresh, yaitu henna natural siap pakai racikan pabrik, warna henna jenis ini juga akan keluar maksimal setelah 48 jam, bertahan di kulit selama 7-10 hari tergantung jenis kulit dan perawatan.


3. Henna instan buatan pabrik dengan penambahan pewarna yang relatif aman, apabila diaplikasikan di kulit, warna akan langsung keluar tanpa harus menunggu beberapa jam, bertahan di kulit selama 3-7 hari tergantung jenis kulit dan perawatan.

4. Henna-hennaan. Henna jenis ini, biasanya dikenal juga dengan Black Henna, sebenarnya tidak bisa disebut henna karena bahannya berasal dari semir rambut atau tancho, bertahan di kulit selama 2 minggu sampai 3 bulan. Henna jenis ini yang berresiko untuk digunakan karena rentan alergi.

Berikut saya juga copykan penjelasan tentang black henna atau tato temporer.

Kontak Alergi Akibat Tato Temporer

Seorang anak laki-laki berumur 10 tahun saat liburan di Bali diberikan
tato temporer di lengan bagian kanan. Tato diberikan dengan cara digambar menggunakan cat warna tertentu.

Setelah beberapa hari kemudian, bekas tato dikeluhkan terasa gatal,
memerah dan bengkak. Namun kedua saudaranya yang juga ikut ditato tidak
mengalami reaksi yang sama. Setelah diperiksakan ke dokter, anak tersebut
dinyatakan menderita dermatitis kontak alergi.

Dermatitis kontak alergi (DKA) merupakan peradangan pada kulit yang
disebabkan oleh kontak kulit dengan bahan/substansi yang bersifat sebagai
alergen. Akhir-akhir ini dilaporkan terjadi peningkatan pada kasus dermatitis
kontak alergi akibat tato oleh karena pemakaian tato temporer makin populer sebagai alternatif dari tato permanent. DKA terjadi pada orang yang keadaan kulitnya sangat peka (hipersensitif). Sehingga tidak semua orang yang mengalami kontak dengan bahan yang sama, akan mengalami DKA.

PENYEBAB
Penyebab DKA adalah bahan-bahan yang bersifat alergen. Alergen (bahan penyebab alergi) yang biasa menjadi penyebab DKA adalah bahan kimia yang mengandung nikel yang banyak terdapat di jam tangan, perhiasan logam, resleting dan objek logam lainnya, neomisin pada antibiotik salep kulit, potassium dikromat yaitu bahan kimia yang sering terdapat pada sepatu kulit atau baju, serta latex pada sarung tangan dan pakaian karet. Berbagai faktor dapat berpengaruh dalam timbulnya DKA misalnya potensi alergen, dosis, luas daerah yang terkena, lama paparan, suhu, kelembaban lingkungan, selain itu juga faktor individu misalnya keadaan kulit dan daya tahan tubuh
Pada DKA akibat tato temporer, yang biasanya berperan sebagai alergen
adalah bahan kimia yang disebut paraphenylenediamine (PPD). Bahan kimia

PPD ini terdapat pada henna yang sering dipakai sebagai tinta tato. Henna
merupakan pewarna alami yang berasal dari ekstrak tumbuhan Lawsonia yang telah digunakan sejak dahulu sebagai pewarna rambut, kuku dan badan.
Ekstrak henna biasanya memberikan warna coklat, hijau atau merah dan
bertahan hanya beberapa hari. Untuk menimbulkan warna yang lebih gelap,
artis tato biasanya mencampur henna dengan pewarna kimia yaitu PPD,
Penggunaan PPD secara legal sebenarnya hanya diperbolehkan pada pewarna rambut. Selain membuat warna lebih gelap, PPD juga membuat hena menjadi tahan lebih lama dan meresap lebih cepat. Henna sendiri tanpa PPD juga dapat menimbulkan alergi, hanya saja kasusnya sangat jarang terjadi.

GEJALA
Gejala dari DKA biasanya dimulai dengan bercak kemerahan berbatas tegas, kemudian diikuti bengkak (edema), muncul bintik-bintik atau bintik-bintik berair (papulovesikel, vesikel) atau bintik berair yang berukuran lebih besar (bula). Vesikel atau bula dapat pecah menimbulkan luka (erosi) dan keluar cairan (eksudasi). Gejala yang umum dirasakan penderita adalah gatal yang umumnya konstan dan seringkali hebat. Kelainan biasanya hanya terbatas pada tempat kontak dengan alergen.

DIAGNOSIS
Diagnosis DKA akibat tato temporer biasanya ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan riwayat penyakit. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah uji tempel, untuk mengetahui bahan penyebab. Pada uji tempel, bahan yang diduga sebagai penyebab alergi ditempelkan di punggung, dibiarkan selama 48 jam dan dievaluasi setelah 48 jam dan 96 jam. Hasil positif ditandai dengan munculnya kelainan kulit pada tempat tersebut. Pelaksanaan uji tempel dilakukan setelah dermatitisnya sembuh (tenang), bila memungkinkan setelah 3 minggu.

PENGOBATAN
Pengobatan yang dapat diberikan pada kasus DKA ringan dan sedang antara lain pemberian krim yang mengandung kortikosteroid dapat membantu
mengurangi gatal dan kemerahan di kulit. Pada kasus yang berat, dapat
diberikan tambahan obat yang diminum yang mengandung kortikosteroid dan
antihistamin untuk mengurangi peradangan dan gatal. Hal yang lebih penting
adalah upaya pencegahan dengan menghindari terulangnya kontak kembali
dengan alergen penyebab sehingga tidak muncul kelainan yang sama

*Dr. Ni Made Dina Pranidya Ari