LT

Rabu, 13 Maret 2019

Bunga Wijayakusuma Bu guru sudah Berbunga

Bunga Wijayakusuma (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis tanaman kaktus yang mempunyai kelas dicotiledoneae, dan dapat hidup pada daerah dengan iklim sedang sampai beriklim tropis.


Karena namanya yang mirip dengan nama Jawa, banyak orang yang mengira jika tanaman bunga Wijayakusuma adalah tanaman asli Indonesia. Padahal tanaman ini sejatinya berasal dari Venezuela, Amerika Selatan. Tanaman Wijayakusuma pada masa lalu dibawa oleh para pedagang China ke Indonesia pada zaman kerajaan Majapahit.

Bunga yang di sebut juga dengan Ratu malam ini memiliki bunga yang tergolong besar, putih yang seperti gading, dan terlihat seperti tanaman yang sangat eksotis. Bunga Wijayakusuma ini memiliki daun yang berwarna hijau, berbentuk pipih, pada bagian ujung disekitar daun terdapat lekukan-lekukan kecil, dan keras.

Bunga Wijayakusum adalah bunga unik dan langka yang cukup banyak ditemui di Indonesia. Yang menjadikan " Bunga Kejayaan " nama lain dari Bunga Wijayakusuma ini langka bukan karena tanaman nya sulit didapat. Tetapi kesempatan untuk menyaksikan bunga ini mekar yang begitu langka.

Saking langkanya, sampai berkembang mitos bahwa siapa pun yang bisa mendapatkan bunga wijayakusuma mekar akan mendapat keberuntungan. Dalam pewayangan bunga ini disebut sebagai pusaka milik Bathara Kresna, titisan dewa Wisnu sang pemelihara alam semesta.

Di kalangan keraton Kasunanan Surakarta dan Yogyakarta, bunga Wijayakusuma dipercaya memiliki hubungan erat dengan raja-raja Majapahit di masa silam. Dalam budaya keraton Yogyakarta dan Surakarta, calon raja yang baru diharuskan memetik bunga Wijayakusuma yang mekar sebelum naik tahta. Raja yang berhasil mendapatkan nya diyakini akan membawa kejayaan bagi kerajaan yang dipimpin kelak.

Bahkan konon seorang tokoh yang bernama Ki Ageng Selo mengaku kalau pada tahun 1970 yang lalu pernah diminta oleh Pak Harto untuk menanam bunga wijaya kusuma di Istana Negara yang diambil Soedjono dari Pulau Nusakambangan. Tujuannya agar pada 1973 Pak Harto kembali terpilih lagi menjadi Presiden RI.

Karena penasaran dengan keunikan bunga Wijayakusuma ini, maka penulis sengaja menunggu hingga bunga Wijayakusuma ini mekar. Setidaknya dari jam 22:00 WIB penulis sudah duduk di sebelah bunga Wijayakusuma ini sambil memegang Kamera Saku, karena saat itu penulis ingin membuktikan apa betul bunga yang memiliki aroma sangat harum di saat sedang mekar ini mekarnya hanya sebentar saja.

Dan ternyata memang benar, bunga ini mekarnya tidak begitu lama, setidaknya dari yang penulis amati mulai pada pukul 21:30 WIB bunga ini mulai mekar pada pukul 23:00 WIB dan pada puncaknya. Mekar pada pukul 01:43 WIB lalu pada pukul 02 dini hari bunga ini sudah sedikit layu. Dan pada pagi harinya penulis lihat bunga ini memang sudah layu total dan sudah tidak seharum seperti pas pada puncak mekarnya pada pukul 01:43 WIB malam tadi.

Jadi memang benar bahwa bunga ini memang bunga malam karena pada dasarnya bunga ini beraktivitas hanya pada malam hari. Setelah itu bunga yang memiliki aroma yang sangat kuat dan dapat tercium hingga kesekitar bunga tersebut ini akan kembali layu setelah mencapai puncak mekarnya.

Jika kita ingin  menanam bunga Wijayakusuma ini ada baiknya kita mengetahui hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menanam tanaman ini:

Yang pertama dalam pembibitan tanaman Wijayakusuma, yang harus kita lakukan adalah proses pemisahan. Proses pemisahan yang dimaksudkan adalah memisahkan rumpun bibit dari rumpun akar.

Setelah melakukan proses pembibitan, selanjutnya adalah media tanam. Untuk media tanam yang perlu dipersiapkan adalah mempersiapkan tanah, pupuk organic, humus, serta pasir dengan perbandingan 3:1:1:2 (tanah:pupuk:humus:pasir) yang telah dicampur dan diaduk secara merata.

Apabila kita ingin menanam bunga Wijayakusuma di dalam pot, kita dapat menggunakan tanah, pasir, lumut sphagnum, serta batang paku tiang.

Setelah semua bahan-bahan diatas terkumpul, kita dapat menanam tanaman wijaya kusuma dengan memasukkan bibit yang telah kita pilih sebelumnya ke dalam media tanam. Kemudian, tutup kembali bibit tersebut dengan menggunakan tanah.

Taruhlah bibit tersebut pada posisi kedalaman sedalam 5cm. Setelah melakukan penanaman, kita dapat memberikan penyiraman dengan menggunakan air agar bibit yang telah ditanam dapat melakukan pertumbuhan sesuai sebagaimana seharusnya.

Tanaman wijaya kusuma ini sangat tidak tahan dengan air. Apabila kita terlalu banyak memberikan nya maka tanaman ini cepat membusuk dan apabila kita kurang memberikan air disaat kita menanam tanaman wijaya kusuma, maka akan terjadi kemungkinan pertumbuhan tanaman ini akan menjadi terganggu.

Kita harus mengatur dosis air yang diperlukan untuk menanam tanaman wijayakusuma ini dengan keadaan yang ada di lingkungan. Sebaliknya apabila kita berada di musim kemarau, sebaiknya kita juga melakukan penyiraman secara berkala dan teratur.

Seperti tanaman lainnya, kita juga harus memberinya pupuk. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, baik itu menggunakan bahan dasar dari binatang maupun tumbuhan, kita juga dapat juga memberikan pupuk buatan. Dalam pemberian pupuk, hal yang harus diperhatikan adalah interval pemberian dari pupuk itu sendiri. Sebaiknya, kita memberikan pupuk dalam periode waktu 2 waktu sekali.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tidak lupa untuk melakukan penyiangan terhadap tanaman wijayakusuma. Dalam hal ini, penyiangan termasuk kedalam upaya pencegahan serangan hama dan parasite terhadap tanaman yang telah kita rawat. Cabutlah tanaman-tanaman atau gulma serta hama yang terdapat disekitar tanaman wijaya kusuma.

Terlepas dari semua mitos yang mewarnai bunga Wijaya Kusuma ini, ternyata bunga Wijaya Kusuma ini mempunyai beberapa kasiat untuk pengobatan. Bunga wijayakusuma dipercaya dapat digunakan sebagai ramuan herbal untuk mengobati beberapa penyakit. Berdasarkan referensi yang penulis dapat dari Wikipedia Indonesia, diketahui bahwa bunga wijayakusuma berkhasiat untuk mengobati luka abses, menetralkan pembekuan darah (angin duduk), dan meredakan rasa sakitnya, bisul, antiradang, pendarahan, tuberkolosis, batuk, muntah darah, dan asma.

Nah demikianlah pembahasan mengenai Mitos dan fakta tentang bunga wijayakusuma ini. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda semuanya.

Karena mekarnya di waktu malam, plus terkadang cuma sebentar, yang lebih langka lagi adalah mendapatkan buahnya. Buahnya ukurannya agak kecil, cenderung berbentuk bulat diameter kurang lebih 1,5-2 cm (yang saya ketahui), dan sekalipun bunganya berwarna putih ... buahnya berwarna merah.

Artikel by Bu guru Peni L.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar